Kau Malaikatku Dan Kau Juga Iblis Bagiku
Ketika aku terjatuh
Didalam kegelapan
Kau datang mengulurkan tangan
Dan Menyinariku dengan cahaya yang kau miliki
Dan kau mengobatiku
Menemaniku dan menyemangatiku
Dengan kasih yang kau miliki
Dan aku berusaha untuk pulih
Dari kesakitanku
Aku berusaha bangkit-bangkit
Dari keterpurukanku yang kelam
Bersama malaikat penyelamatku
Menuju impian yang aku impikan sejak dahulu
Ketika aku telah pulih
Dari kesakitanku
Namun aku masih merasa trauma
Dengan masa gelapku
Yang telah menjatuhkanku
Namun aku mencoba diri
Membuka lembaran baru
Bersama malaikat
Yang berada disampingku
Yang menemaniku selalu
Ketika aku menjalani lembaran baruku
Aku merasa berada
Disurga yang nyaman bagiku
Menjalani hidup dengan malaikatku
Menulis lembaran dengan tinta emasku
Waktu terus berlalu
Menuliskan aneka warna tinta
Di lembaran baruku, bersama
Malaikat penyemangat hidupku
Tuk melupakan masa kelamku
Namun traumaku tidak
Bisa hilang diingatanku
Yang merusak lembaranku
Jiwaku, semua tingkah lakuku
Dan hampir merenggut hidupku
Namun malaikatku berjanji padaku
"Aku tidak akan meninggalkanmu"
Dan aku bersemangat menjalani
Hidupku dengan senang hati
Dengan motivasi diri
Ketika aku menjalani hidupku
Aku dapatkan diriku terjatuh
Dilubang yang lebih besar
Dari yang sebelumnya yang aku
Terjatuh dilubang yangku tak harapkan
Akibat aku selalu teringat
Dengan masa kelamku dahulu
Traumaku dahulu tidak bisa
Hilang dalam ingatanku
Sehingga aku lebih terpuruk
Dari sebelumnya,
Dan malaikatku meninggalkanku
Saat aku lebih terpuruk dari
Sebelumnya, aku merasa bahwa
Hidupku hancur bagaikan debu
Aku tidak tahu kenapa?
Kenapa, Kenapa, KENAPA?
Ini semua terjadi
Pada diriku yang baru
Ingin pulih dari masa hinaku
Dan malaikatku berubah
Menjadi iblis yangku tak sangka-
Sangka dia berubah untuk membunuh
Aku didalam derita sedihku
Dengan begitu sadis
Ya memang kusadari
Pada awalnya aku yang salah
Yang tidak bisa menghilangkan
Rasa traumaku yang telah
Merubah diriku menjadi
Sepeti ini
(Karya : Muhammad Hegar Hambalian. Writter : Ibnu Qoyyim Abdul.K.A)
21.45 | Label: Puisi Cinta | 0 Comments
Permata Intanku Yang Hilang
Hati ini pedih
Kemana kau pergi
Walau hati ini pedih
Kujalani cerita ini
Ini memang sudah takdirku
Menjalani cinta buta
Tak ada yang bisa
Menggantikan dirimu
Untuk hidupku
Benarkah kau pergi ?
Mencari kekasih lain
Tapi kusadari
Ku tak pantas untuk mu
Tetapi ku tak bisa mencari penggantimu
Untuk hidupku
Inilah ceritaku
Permata Intanku Yang Hilang
Tidak dapat dicari
Oh kekasih kembalilah
Kepangkuanku
Oh kekasih kembalilah
Kepelukanku
Oh kekasih kembalilah
Kepada Diriku
(Karya : Muhammad Hegar Hambalian. Writer : Ibnu Qoyyim Abdul.K.A)
23.18 | Label: Cerpen Cinta, Puisi Cinta | 0 Comments